Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

10 Oktober, 2009

Mencapai potensi hidup yang maksimal



Setiap orang mendambakan masa depan yang lebih baik ; kesuksesan dalam karir, rumah tangga dan hubungan sosial, namun seringkali kita terbentur oleh berbagai kendala. Dan kendala terbesar justru ada pada diri kita sendiri.

Melalui karyanya, Joel Osteen menantang kita untuk keluar dari pola pikir yang sempit dan mulai berpikir dengan paradigma yang baru.

Ada 7 langkah agar kita mencapai potensi hidup yang maksimal :

* Langkah pertama adalah perluas wawasan. Anda harus memandang kehidupan ini dengan mata iman, pandanglah dirimu sedang melesat ke level yang lebih tinggi.
Anda harus memiliki gambaran mental yang jelas tentang apa yang akan Anda raih.
Gambaran ini harus menjadi bagian dari dirimu, didalam benakmu, dalam percakapanmu, meresap ke pikiran alam bawah sadarmu, dalam perbuatanmu dan dalam setiap aspek kehidupanmu.

* Langkah ke dua adalah mengembangkan gambar diri yang sehat. Itu artinya Anda harus melandasi gambar dirimu diatas apa yang Tuhan katakan tentang Anda.
Keberhasilanmu meraih tujuan sangat tergantung pada bagaimana Anda memandang dirimu sendiri dan apa yang Anda rasakan tentang dirimu. Sebab hal itu akan menentukan tingkat kepercayaan diri Anda dalam bertindak. Fakta menyatakan bahwa Anda tidak akan pernah melesat lebih tinggi dari apa yang Anda bayangkan mengenai dirimu sendiri.

* Langkah ke tiga adalah temukan kekuatan dibalik pikiran dan perkataanmu.
Target utama serangan musuh adalah pikiranmu. Ia tahu sekiranya ia berhasil mengendalikan dan memanipulasi apa yang Anda pikirkan, maka ia akan berhasil mengendalikan dan memanipulasi seluruh kehidupanmu.
Pikiran menentukan prilaku, sikap dan gambar diri. Pikiran menentukan tujuan.
Alkitab memperingatkan kita untuk senantiasa menjaga pikiran.

* Langkah ke empat adalah lepaskan masa lalu, biarkanlah ia pergi...
Anda mungkin saja telah kehilangan segala yang tidak seorangpun patut mengalaminya dalam hidup ini. Jika Anda ingin hidup berkemenangan , Anda tidak boleh memakai trauma masa lalu sebagai dalih untuk membuat pilihan-pilihan yang buruk saat ini.
Anda harus berani tidak menjadikan masa lalu sebagai alasan atas sikap burukmu selama ini, atau membenarkan tindakanmu untuk tidak mengampuni seseorang.

* Langkah ke lima adalah temukan kekuatan di dalam keadaan yang paling buruk sekalipun Kita harus bersikap :" Saya boleh saja terjatuh beberapa kali dalam hidup ini, tetapi tetapi saya tidak akan terus tinggal dibawah sana." Kita semua menghadapi tantangan dalam hidup ini . KIta semua pasti mengalami hal-hal yang dating menyerang kita. Kita boleh saja dijatuhkan dari luar, tetapi kunci untuk hidup berkemenangan adalah belajar bagaimana untuk bangkit lagi dari dalam.

* Langkah ke enam adalah memberi dengan sukacita. Salah satu tantangan terbesar yang kita hadapi adalah godaan untuk hidup mementingkan diri sendiri.
Sebab kita tahu bahwa Tuhan memang menginginkan yang terbaik buat kita, Ia ingin kita makmur, menikmati kemurahanNya dan banyak lagi yang Ia sediakan buat kita, namun kadang kita lupa dan terjebak dalam prilaku mementingkan diri sendiri.
Sesungguhnya kita akan mengalami lebih banyak sukacita dari yang pernah dibayangkan apabila kita mau berbagi hidup dengan orang lain.

* Langkah ke tujuh adalah memilih untuk berbahagia hari ini. Anda tidak harus menunggu sampai semua persoalanmu terselesaikan. Anda tidak harus menunda kebahagiaan sampai Anda mencapai semua sasaranmu. Tuhan ingin Anda berbahagia apapun kondisimu, sekarang juga !

( Dikutip dari : Mencapai potensi hidup yang maksimal by Joel Osteen)

03 September, 2009

Mencari Kebahagiaan Dalam Bekerja

Kami mengutip dari berbagai sumber yang menyebutkan bahwa pekerjaan yang cocok dan menyenangkan dengan keinginan itu sangat relatif.

Karena banyak orang bilang, pekerjaan yang baik adalah pekerjaan yang memungkinkan Anda untuk melakukan hobi atau minat Anda. Jika untuk mendapatkan pekerjaan yang Anda cintai itu Anda harus keluar-masuk berbagai perusahaan, why not? Namun tentu saja, untuk mencari pekerjaan yang Anda sukai juga butuh strategi. Hal-hal apa sih yang sebenarnya membuat Anda bahagia dengan pekerjaan tersebut? Bagaimana cara mendapatkannya? Faktor apa yang sebenarnya tidak begitu penting?

Bila pertimbangan Anda hanya berdasarkan gaji, jabatan, dan tanggung jawabnya, pikirkan kembali. Ikuti dulu langkah-langkah berikut untuk memastikan bahwa pekerjaan Anda selanjutnya adalah benar yang Anda impikan:

1. Segera putuskan untuk berganti pekerjaan
Boleh dibilang, sedikit sekali orang yang menyesal telah meninggalkan pekerjaan lamanya di suatu perusahaan karena merasa pekerjaan barunya lebih buruk. Kebanyakan orang yang mengundurkan diri dari pekerjaannya kelak menyesal mengapa tidak sedari dulu resign. Kita memang sering bertahan di perusahaan, meskipun suasana makin tidak nyaman (dan tenaga diperas habis-habisan) dengan harapan segalanya akan menjadi lebih baik. Pikirkan kembali hal ini. Jika sudah waktunya berganti pekerjaan, segera buat keputusan, dan mulailah mencari pekerjaan lain yang sesuai harapan Anda. Semakin lama Anda bertahan dalam pekerjaan yang membosankan, semakin hal itu akan menguras energi dan kepercayaan diri yang Anda perlukan untuk mencari yang baru.

2. Beri waktu untuk mencari
Anda tidak akan tahu pekerjaan dan situasi kantor seperti apa yang akan cocok untuk Anda. Mungkin lowongan pertama yang Anda lamar, mungkin juga yang ke-5, 6, dan seterusnya. Yang pasti, beri waktu bagi diri Anda untuk mencari secara aktif. Jangan biarkan Anda menentukan batas waktu yang membuat Anda memaksakan diri menerima pekerjaan yang tidak begitu Anda sukai. Selain itu, jangan termakan desakan teman-teman yang mendorong Anda untuk segera keluar.

3. Fokus pada apa yang Anda sukai pada pekerjaan, bukan yang Anda benci
Banyak orang mengundurkan diri dari pekerjaan untuk menghindari konflik di kantor. Namun ketika memutuskan menerima pekerjaan baru, Anda tidak bisa hanya berpegangan pada hal-hal yang ingin Anda hindari (yang terjadi di kantor lama). Sebab, pasti ada begitu banyak hal yang mungkin ingin Anda hindari. Sementara, jika Anda kelewat keras berusaha menghindari semua hal yang buruk, Anda tetap saja tak akan bahagia. Agar merasa bahagia di tempat kerja, Anda perlu berfokus pada hal-hal yang baik. Bersyukur bahwa Anda mendapatkan pekerjaan yang Anda cita-citakan sejak dulu, meskipun—misalnya—Anda harus menempuh jarak 30 km dari rumah untuk mencapai kantor.

4. Lupakan dulu gajinya
Kebanyakan orang pasti akan mengharapkan gaji yang lebih tinggi, yang membuat mereka puas. Namun, pemikiran seperti ini harus dikoreksi. Sebuah studi yang dibuat oleh dua profesor dari Princeton University, yaitu ekonom Alan B Krueger dan psikolog Daniel Kahneman, menyatakan bahwa gaji tinggi yang sering dikaitkan dengan mood yang baik sebenarnya hanya khayalan. Orang dengan penghasilan di atas rata-rata pada umumnya merasa puas dengan hidup mereka, namun kurang bahagia dibandingkan dengan orang lain, dalam hidup sehari-hari. Mereka cenderung lebih tegang, dan tidak begitu bisa mengikuti aktivitas yang menyenangkan. Penghasilan yang lebih baik tentu penting, tetapi jika Anda menerima kenaikan gaji 25 persen, namun merasa stres dan frustrasi sepanjang waktu, tak ada gunanya bukan?

5. Abaikan hal-hal lain yang tidak relevan
Sebagian orang menerima pekerjaan baru karena jabatan yang ditawarkan, fasilitas khusus (mobil berikut sopirnya), nama besar perusahaan, status, atau tekanan dari lingkungan. Anda berpikir, "Kalau aku mengambil pekerjaan ini, suamiku pasti bangga." Percayalah, tak satu pun dari faktor-faktor ini yang akan membuat Anda bahagia.

6. Mintalah apa yang Anda inginkan
Akan lebih mudah untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan jika Anda memintanya. Tak percaya? Dalam wawancara kerja, sampaikan kepada para pewawancara bahwa merasa nyaman dan bahagia di tempat kerja sangat penting bagi Anda. Lalu katakan pada mereka apa yang membuat Anda dapat mencintai pekerjaan. Tentu saja, dengan meminta hal-hal ini belum tentu Anda bisa mendapatkan pekerjaan yang dimaksud. Tetapi itulah intinya. Jika pekerjaan itu tidak akan membuat Anda nyaman di tempat kerja, Anda tidak akan menginginkannya.

7. Buatlah agar pekerjaan itu menyenangkan
Anda lah yang akan membuat pekerjaan itu menjadi menyenangkan. Anda bisa duduk saja di meja Anda, menunggu rekan kerja atau manajer membuat Anda bahagia. Atau, Anda yang memutuskan apa yang membuat Anda bahagia di tempat kerja, menyampaikan kepada rekan yang lain tentang hal itu, dan mewujudkannya. Misalnya, pekerjaan itu menyenangkan bila Anda dibebaskan untuk menyalurkan ide-ide Anda. Tetapi, jangan menunggu sampai atasan memberi tugas yang menuntut Anda menyampaikan gagasan. Berikan gagasan Anda kapan pun Anda bisa.

8. Bebaskan diri Anda untuk mengundurkan diri pada waktunya
Sangat menyiksa jika Anda tidak bisa terbebas dari pekerjaan yang tidak Anda sukai. Karena itu, mengetahui bahwa tidak ada keharusan untuk survive di perusahaan ini justru akan membuat Anda menyukai pekerjaan Anda. Sebab, tidak ada tekanan dalam melakukannya.

Salam,

24 Agustus, 2009

Perubahan Dalam Melihat Perubahan

Membaca dan mengamati besarnya intensitas perubahan di segala bidang, sungguh tidak bisa dibayangkan sebelumnya, kalau kita akan sampai pada tatanan masyarakat seperti ini. Meskipun segala upaya telah dikerahkan, tetap perekonomian belum juga bergerak sebagaimana diharapkan.

Digabung menjadi satu, kita memang hidup di zaman dengan menu tetap berupa erubahan. Dulu, antara berubah dan tidak berubah hasilnya tidak berbeda banyak. Sekarang, siapapun yang tidak merubah diri, akan digilas oleh roda perubahan.

Sayangnya, respons alami manusia - sebagaimana telah diketahui sejak lama dalam banyak studi manajemen perubahan - cenderung menempatkan perubahan sebagai gejala yang mengganggu kenyamanan. Sehingga, hampir setiap bentuk perubahan berhadapan dengan resistensi di mana-mana.

Dalam tataran logika yang sederhana, penolakan model terakhir ini, bisa dicarikan sebabnya pada unsur ketidakpastian yang dihadirkan perubahan. ‘Dibandingkan dengan perubahan yang tidak pasti, lebih aman kondisi tanpa perubahan yang jelas hasilnya’, demikian kira-kira argumen banyak orang.

Namun, sekarang zamannya sudah lain. Kondisi sekarang yang tidak berubah sama tidak pastinya dengan kondisi bila perubahan dilakukan. Seperti kapal yang mau tenggelam. Tidak berubah pasti tenggelam. Berubah juga belum tentu memberikan hasil yang lebih baik.

Kemajuan akan lebih banyak berpihak pada mereka yang berani menciptakan perubahan. Dibandingkan dirubah, lebih baik merubah diri dan keadaan. Berikut beberapa hal yang berguna kita renungkan :

Pertama, waspadai sejak awal bahwa realitas yang hadir di kepala kita tidak terbatas pada apa yang kita persepsikan. Tidak juga terbatas pada apa yang kita kenal. Pergilah keluar jauh dari persepsi dan apa yang kita kenal. Lakukan percobaan dan eksplorasi semampunya.

Sebagai contoh, Anda berhadapan dengan persoalan kena PHK. Persepsi Anda mengatakan bahwa ini akan menjadi awal dari kehidupan yang tidak menentu.

Bila Anda setuju dengan saya untuk keluar dari persepsi dan pengalaman, gunakan momentum PHK ini sebagai titik balik kehidupan. Bila biasanya bangun jam 6 : 00, sekarang bangun lebih pagi. Jika biasanya pulang jam 18 : 00, sekarang pulanglah lebih larut. Jangan lupa, isi seluruh waktu dengan usaha dan kegiatan investasi waktu. Lakukan semua ini seperti malaksanakan hobi yang bermanfaat.

Kedua, bila suatu waktu mengalami kegagalan, katakan terimakasih pada setiap kegagalan. Sebab, ia telah mengajarkan ke kita banyak cara yang tidak bekerja. Untuk kemudian, terus menerus mencari.

Ketiga, ada banyak keajaiban yang hadir dalam kehidupan bila kita berkomunikasi secara intens dengan diri sendiri. Luangkan waktu sedikitnya tiga puluh menit sehari untuk berbincang-bincang dengan sang aku. Khususnya, berkaitan dengan perubahan yang kita lakukan hari ini.

Pertanyaannya bukan seberapa banyak perubahan yang dilakukan hari ini. Namun, seberapa intens kita belajar dari perubahan hari ini.

Keempat, miliki sebanyak mungkin kebebasan untuk memilih. Singkirkan hal-hal yang bisa mengurangi kebebasan kita. Ini perlu, sebab dengan keterbatasan, kita sedang memasang banyak kaca mata kuda tidak perlu. Misalnya, kalau ternyata rugi jangan-jangan semua tabungan terkuras habis. Bila tetap menganggur maka keluarlah biaya tanpa ada manfaat berguna. Sejauh kita melakukannya dengan kalkulasi yang kita yakin tepat, kerjakanlah dengan penuh keyakinan.

Kelima, sebagaimana badan fisik kita yang justru menciut bila tidak pernah digunakan, kemampuan imajinasi juga demikian. Semakin banyak digunakan, ia akan memiliki daya jangkau yang semakin jauh dari hari ke hari. Lebih-lebih bila ia dibungkus oleh faktor keyakinan yang kuat.

Akan tetapi, pengalaman kemudian mencatat, justru keberanian ini yang merubah kemampuan potensial menjadi kenyataan. Untuk kemudian, memberikan warna warni pada kehidupan sesudahnya.

Jadi, apa yang saya maksud dengan perubahan dalam melihat perubahan, mulailah dengan keberanian, kemudian kita akan menemukan perubahan.
 
© 2009 ydn. All Rights Reserved | Powered by Blogger
Design by psdvibe | Bloggerized By LawnyDesigns